Welcome to FunStudy's page

Happy greetings to us all. FunStudy blog is deliberately created to share anything with you that is everywhere. Sometimes we share with one another can discover new things, unique and extraordinary that we have never got before. Hopefully what is presented in this blog can be beneficial and assist colleagues in completing the task at hand.

Saturday, 19 November 2011

Laporan PPK / PPL


BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang
Pendidikan sangat besar peranannya dalam kehidupan manusia. Pendidikan bermaksud membantu  manusia untuk menumbuh kembangkan potensi-potensi kemanusiaannya. Pendidikan ini akan berhasil baik jika melalui proses pembelajaran yang baik dan mencapai hasil yang baik pula. Untuk mencapai hasil pendidikan yang optimal banyak faktor yang mempengaruhi antara lain bimbingan dan pangajaran dari seorang guru terhadap peserta didik (siswa).
Melihat pentingnya peranan guru terhadap pendidiakan, maka seorang guru harus mempunyai kemampuan dan keterampilan untuk mendidik dan mengajar. Guru harus kompeten dan layak sesuai keahliannya (profesional). Seorang guru dikatakan kompeten dan layak bukan hanya diuji dari kemampuannya menguasai materi tetapi juga mampu menyampikannya secara baik sehingga mampu dipahami oleh siswa. Guru harus mampu mengarahkan dan memmbimbing siswa untuk belajar dengan aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Guru juga harus mampu memotivasi dan membimbing siswa dalam proses belajar mengajar sehingga sisiwa mampu memperoleh hasil belajar yang maksimal.
Dengan berbagai tuntutan dan tantangan yang harus dihadapi oleh guru dalam bidang pendidikan maka penulis yang adalah mahasiswa IKIP Budi Utomo Malang yang juga merupakan seorang calon guru merasa perlu untuk mempersiapkan diri sebelum terjun ke dunia pendidikan yang sesungguhnya. Sebagai seorang calon guru, penulis perlu mempersiapkan diri agar kelak bisa menjadi seorang guru yang layak dan kompeten.
Sebagai tindak lanjut  IKIP Budi Utomo Malang melaksanakan berbagai kegiatan diantaranya adalah kegiatan Program Praktek Keguruan (PPK). Kegiatan PPK merupakan suatu upaya yang ditempuh dalam rangka meningkatkan kemampuan seorang guru untuk mengemban tugas atau profesi keguruannya. Kegiatan ini dilakukan mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman nyata di lapangan. Hal ini karena tugas dan tanggung jawab seorang guru sangat luas, tetapi tugas di depan kelas merupakan salah satu tugas yang dianggap sangat penting.
Dalam kegiatan PPK akan banyak dipenuhi permasalahan baru yang tidak mungkin dapat dipecahkan secara tepat ketika berada di depan kelas. Segudang teori yang diperoleh pada saat kuliah tidak akan mampu menjawai sejumlah persoalan di lapangan atau sekolah. Tempat praktek dan mekanisme pengaturan waktu akan muncul sacara bersamaan melahirkan situasi baru yang belum pernah ditemui oleh mahasiswa. Jadi mahasiswa praktek mengajar sekaligus dihadapkan pada situasi kompleks dan majemuk yang nantinya berguna bagi mahasiswa dalam mencari solusi dan pemecahan masalah.
Dengan dihadapkannya  mahasiswa pada kegiatan ini diharapkan akan memberikan nilai tersendiri dalam rangka menciptakan atau pembentukan tenaga kependidikan yang profesional sehingga tercipta lulusan – lulusan yang berkualitas di tengah – tengah masyarakat.

B.   Tujuan PPK
PPK adalah salah satu program mata kuliah yang diselenggarakan oleh P3G (Pusat Pengembangan Profesi Keguruan) IKIP Budi Utomo Malang berupa kegiatan pembelajaran praktek mengajar secara nyata dalam bentuk latihan mengajar di kelas yang sesungguhnya bagi mahasiswa yang berupa kinerja dalam semua hal yang berkaitan dengan jabatan keguruan baik kegiatan mengajar maupun tugas keguruan lainnya.
Tujuan dari PPK adalah untuk melatih mahasiswa dalam menjalankan tugasnya sebagai calon guru yang dapat mengemban kinerja keguruannya dengan baik.
Selain tujuan di atas, ada tujuan lainnya pula sebagai berikut:
a.       Memberi kesempatan kepada mahasiswa PPK untuk menerapkan disiplin ilmu yang diperolehnya selama masa perkuliahan.
b.      Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan mengajar dengan mengujicobakan berbagai strategi pembelajaran.
c.       Diharapkan setelah menyelesaikan PPK mahasiswa dapat mengembangkan satuan pelajaran ( satpel ) serta mempraktikannya.
d.      Melalui observasi atau orientasi mahasiswa dapat memahami salah satu aspek tentang keguruan di luar praktek mengajar dengan pembuatan laporan mengenai PPK yang telah dilaksanakan.
e.       Menambah wawasan bagi mahasiswa/i PPK dari sekolah tempat pelaksanaan PPK.
C.    Waktu Dan Tempat PPK
 Waktu Kegiatan              :
-          Awal                    : 22 Agustus 2011
-          Berakhir               : 22 Oktober 2011
  Tempat Kegiatan             : SMP Negeri 11 Malang
  Objek PPK                      : pembelajaran siswa dan siswa kelas 8









































BAB II
PEMBAHASAN

A.   Kegiatan Awal
Tahap ini adalah tahap sebelum pelaksanaan PPK dilaksanakan. Tahap ini merupakan tahap pendaftaran PPK melalui P3G dengan rentang waktu 24 Juni 2011 – 9 Juli 2011. Kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan PPK-1 berupa microteaching pada tanggal 18 Juli – 13 Agustus 201. Setelah dinyatakan lulus PPK-1 pada tanggal 16 Agustus 2011 maka seluruh peserta PPK-1 yang lulus berhak untuk melanjutkan ke PPK-2 yaitu pengajaran secara langsung di sekolah mitra IKIP Budi Utomo Malang (sekolahan yang telah bekerja sama degan institusi).
Tahap PPK-2 ini meliputi pertemuan pembimbing PPK-2, pembekalan dan observasi/pengenalan sekolah (profil sekolah). Mahasiswa yang mengikuti PPK di SMP Negeri 11 Malang ini berjumlah 13 orang, yaitu :
NO
NAMA PRAKTIKAN
JURUSAN
1
Rr. Raemona Sakti
Pendidikan Ekonomi dan Kewirausahaan 2008
2
Hari Prasetyo
Pendidikan Jasmani, Rekreasi dan Keolahragaan 2008
3
Subiyanto
Pendidikan Jasmani, Rekreasi dan Keolahragaan 2008
4
Herman Kusdianto
Pendidikan Jasmani, Rekreasi dan Keolahragaan 2008
5
Achmad Junaidi
Pendidikan Jasmani, Rekreasi dan Keolahragaan 2008
6
Arif Riyan Pradana
Pendidikan Jasmani, Rekreasi dan Keolahragaan 2008
7
Yanuar Effendi
Pendidikan Jasmani, Rekreasi dan Keolahragaan 2008
8
Maria Mayansia W
Pendidikan Matematika 2008
9
Titin Susanti
Pendidikan Matematika 2008
10
Dwi Verawati
Pendidikan Matematika 2008
NO
NAMA PRAKTIKAN
JURUSAN
11
Natalia L. Mude
Pendidikan Biologi 2008
12
Elias Kea
Pendidikan Biologi 2008
13
Astat Muslimin
Pendidikan Biologi 2008

Berikut adalah penjabaran dari kegiatan pembekalan dan observasi :
1.      Kegiatan Pembekalan
Kegiatan pembekalan peserta PPK-1 dilaksanakan pada tanggal 18 Juli – 13 Agustus 2011 melalui koordinator  PPK-1. Materi kegiatan pembekalan (Micro Teaching) ini  berisikan penjelasan-penjelasan panduan PPK yang telah disusun oleh P3G IKIP Budi Utomo Malang yaitu tentang hakikat mata kuliah PPK-1, tujuan PPK-1, pokok-pokok kegiatan yang dilaksanakan, prosedur penilaian dan jadwal pelaksanaan PPK-1 serta hal-hal yang bersifat tehknis lainnya.
Maksud dan tujuan kegiatan pembekalan PPK-1 (micro teaching) ini adalah membekali mahasiswa sebelum benar- benar terjun ke sekolah tempat latihan praktik kependidikan untuk praktek mengajar. Latihan demi latihan harus diprogramkan secara sistematis dan konsisten, jika penampilan atau penyampaian bahan ajar itu tidak dilatih dan dibiasakan sedemikian rupa, maka apa yang dilakukannya di depan kelas hanyalah bersifat eksperimental.
2.      Kegiatan Observasi
Setelah dinyatakan lulus PPK-1 maka mahasiswa berhak untuk lanjut ke PPK-2 yaitu dengan berkonsultasi langsung pada dosen pendamping PPK-2. Kegiatan oservasi dilaksanakan pada  tanggal 19 – 20 Agustus 2011. Kegiatan observasi diawali dengan kunjungan perdana ke SMP Negeri 11 Malang bersama dosen pembimbing PPK, yaitu Bapak Drs. Rochyanto, M.Hum dan diterima langsung oleh kepala sekolah SMP Negeri 11 Malang, Bapak Drs. HM. Bambang Sugeng, SH, M.Pd. Kemudian melalui perantara Wakil Kepala Sekolah,  Bapak Cipto, S.Pd dilanjutkan perkenalan dengan masing-masing guru pamong.


B.   Kegiatan Inti
a.         Masalah – Masalah yang Dihadapi
                         i.            Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
RPP merupakan rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai suatu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam standar isi dan dijabarkan dalam silabus. Oleh karena itu, sebelum proses pembelajaran dimulai, persiapan mengajar adalah salah satu bagian dari program pengajaran. Seorang guru hendaknya membuat satuan bahasan yang akan disajikan dalam beberapa pertemuan yang disebut dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dibuat sesuai acuan untuk melaksanaan proses pembelajaran dikelas agar lebih efektif dan efisien.
Adapun masalah – masalah yang dialami praktikan dalam proses penyusunan RPP sebelum kegiatan belajar mengajar yakni dari penyusunan RPP pertama sampai terakhir yang dapat diuraikan sebagai berikut:
NO
Penyususunan
Masalah Yang Dihadapi
1
RPP pertama
Praktikan sedikit mendapatkan kesulitan dalam menentukan indikator dan tujuan pembelajaran serta membuat RPP dalam format karakter yang sesuai dengan SK, KD akhirnya menjadi kesulitan bagi praktikan pada penyusunan RPP yang pertama ini.
Ternyata terdapat standar-standar khusus yang harus diterapkan dalam penentuan indikator dan tujuan pembelajaran yang terdapat pada RPP. Aspek-aspek utama dalam pendidikan yaitu ranah kognitif, afektif, dan psikomotor merupakan hal yang paling esensial dalam penentuan tujuan dan indikator pembelajaran.
RPP dengan berbagai versi pun membingungkan praktikan. Antara format RPP yang selama ini diketahui ternyata belum masuk dalam standar RPP yang benar dan sesuai dengan indikator RPP berkarakter.
Dalam RPP pertama, praktikanpun mengalami kesulitan dalam menentukan alokasi waktu belajar selama 1x pertemuan.
2
RPP kedua
Praktikan tidak terlalu banyak membuat kesalahan pada RPP, karena setelah menemui dan banyak berkonsultasi dengan guru pamong yang telah memberikan pengarahan tentang penyusunan  RPP  berkarakter yang  disesuaikan dengan SK, KD dan berbagai instrumen lain yang terdapat dalam RPP, maka praktikan mulai mengerti dan merevisi RPP pertama menjadi RPP kedua yang mengandung unsur pendidikan karakter meskipun masih banyak kesalahan. Dengan contoh yang diberikan oleh guru pamong, praktikan semakin mengerti dan  tidak mengalami banyak kesulitan dalam penyusunan RPP kedua.
Dalam RPP kedua, praktikanpun mulai dapat menentukan alokasi waktu belajar selama 1x pertemuan meskipun masih banyak penyesuaian dan bertanya.
3
RPP ketiga
Prkatikan hanya menemukan beberapa kesalahan kecil pada pembuatan RPP ketiga.
4
RPP keempat
Praktikan kesulitan menentukan kompetensi dasar yang harus dicapai siswa sesuai dengan materi yang akan diberikan. Hal ini kemudian menjadi masalah yang cukup mendasar, karena saling berhubungan dengan seluruh komponen RPP lain. Kesalahan penentuan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang akan dicapai membuat praktikan kemudian harus menyusun ulang komponen lain seperti langkah-langkah pembelajaran serta penyusunan materi. Kesalahan pada penyusunan RPP pertama kembali terulang pada penyusunan keempat. Ini dikarenakan pada RPP keempat merupakan mata pelajaran yang berbeda yaitu sosiologi (sebelumnya mata pelajaran ekonomi). Praktikan menemukan kendala dalam penyesuaian indikator dengan tujuan pembelajaran. Namun masalah ini akhirnya malah membantu praktikan untuk berpikir lebih sistematis dan kreatif. Kendala praktikan sebenarnya adalah pada klasifikasi indikator dan tujuan, pada bagaimana menyatukan tujuan dengan indikatornya.

                       ii.            Proses Penampilan
Dalam pelaksanaan Program Praktek Keguruan (PPK) di SMP Negeri 11 Malang praktikan sebagai calon guru wajar jika masih terdapat kekurangan atau masalah-masalah yang dihadapi. Dengan melihat kekurangan itulah praktikan dapat menambah kualitas dalam mengajar. Perasaan gugup, takut, cemas yang menjadi kendala utama bagi praktikan sebelum mengajar. Perasaan was-was dan takut gagal menghantui terlalu berlebihan sehingga praktikan membayangkan akan menemui pada pembukaan pelajaran yaitu praktikan sulit menemukan motivasi pada masing-masing siswa yang masih belum memperhatikan pelajaran dan masih sibuk dengan urusannya masing-masing.
Pada penampilan pertama praktikan mengalami sedikit masalah dalam mengatasi nervous/gugup yang  seperti dihadapi kebanyakan praktikan lain pada penampilan pertama di kelas. Praktikan yang ditempatkan di kelas VIII C dengan jumlah siswanya 40 siswa yang pada dasarnya praktikan belum mengenal karakteristik dari tiap siswa  dan kemampuan untuk beradaptasi dengan situasi dan suasana kelas. Terlebih ketika praktikan mendapatkan informasi bahwa kelas VIII C merupakan kelas unggulan semakin membuat perasaan cemas dan gugup praktikan menjadi meningkat.
Ketika masuk kegiatan inti, seringkali praktikan susah mengendalikan kelas yang ribut. Begitu juga materi yang diajarkan, seringkali siswa susah untuk mengerti pelajaran yang agak sulit dimengerti. Praktikan kesulitan memilih kata yang mudah untuk diingat dan dipahami oleh siswa.
Praktikan juga kesulitan dalam mengalokasikan waktu yang ada dengan baik sehingga dalam penyampaian materi di kelas VIII C, praktikan menghabiskan banyak waktu untuk berinteraksi dengan siswa misalnya memberi pertanyaan dan umpan balik kepada siswa guna membagkitkan semangat siswa dalam mengikuti pelajaran namun memakan waktu yang relatif lama sehingga alokasi waktu menjadi tidak cocok.
Pada penampilan kedua, praktikan mulai bertemu dengan masalah baru  yaitu kelas VIII G, dimana karakteristik siswanya berbeda 180 derajat dengan siswa unggulan. Kebiasaan siswa ngobrol, makan di kelas, tidur di kelas, pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, acuh dll. Hal ini jika dibiarkan proses pembelajaran tidak efektif dan menjadi masalah yang lebih sulit diselesaikan merujuk pada penampilan kedua.
Pada penampilan ketiga, praktikan kesulitan menentukan media pembelajaran yang dapat merangsang ranah psikomotor siswa sehingga siswa tidak bosan dengan seluruh materi yang diberikan oleh guru praktikan, karena kelas didominasi oleh siswa yang berkarakter aktif dalam mengeluarkan kata-kata spontan (clometan). Kebanyakan dari mereka membutuhkan pola pembelajaran interaktif yang membuat mereka terus bergerak selama proses belajar mengajar berlangsung dan tertarik dengan pelajaran yang diajarkan.
Selanjutnya, praktikan dihadapkan dengan masalah baru yaitu penguasaan kelas yang kurang. Kelas cenderung menjadi tidak teratur. Para siswa tidak fokus pada pelajaran yang diberikan. Kebanyakan dari mereka malah sibuk mondar-mandir ke toilet, ada yang melamun, ada yang mengerjakan tugas pelajaran lain, bermain, ada pula yang membicarakan hal yang non-akademis. Kelas menjadi ribut dan praktikan sempat kesulitan mengatasi keadaan kelas yang seperti ini. Walaupun hanya segelintir siswa yang memperhatikan, namun dominasi kaum non-akademis ini akhirnya menyadarkan praktikan bahwa kemampuan penguasaan kelasnya sangat kurang.
Penguasaan kelas menjadi masalah utama pada penampilan keempat. Kesulitan penguasaan kelas masih menjadi kendala berikutnya, yang ternyata bersumber dari metode ajar yang digunakan oleh praktikan. Metode mengajar praktikan masih monoton dan membuat siswa akhirnya berada di luar kendali. Praktikan juga kesulitan menarik minat siswa untuk belajar. Mereka seringkali mengobrol, mondar-mandir toilet atau tidur. Hal ini membuat proses belajar menjadi kurang efektif. Masalah-masalah tersebut kemudian secara bertahap diatasi pada penampilan-penampilan berikutnya dipersiapkan dengan matang sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan baik.
                     iii.            Bimbingan Belajar / Ekstrakurikuler
Dalam bimbingan belajar/ekstrakurikuler tidak terjadi masalah dan praktikan dapat berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler tersebut meskipun tidak semua kegiatan ekstrakurikuler praktikan ikuti. Memang pada awalnya kurang sosialisasi dengan guru yang mengawasi ekstrakurikuler, tapi lama kelamaan dapat bersosialisasi dengan guru yang mengawasi kegiatan ekstrakurikuler tersebut.
      Adapun kegiatan esktrakurikuler yang ada di SMP Negeri 11 Malang :
1.        Osis
2.        Pramuka
3.        Paskibraka
4.        Keolahragaan (basket, bola voli, futsal dan sepak bola)
5.        Kesenian (musik & paduan suara)
Disekolah SMP Negeri 11 Malang ini, kegiatan ekstrakurikuler berjalan dengan baik terbukti dengan keberhasilan dari beberapa kegiatan tersebut dalam mengikuti lomba-lomba tingkat SMP Se-Malang Raya.





                     iv.            Jadwal Mengajar
JAM KE-
SENIN
SELASA
RABU
KAMIS
JUM'AT
SABTU
1

8C
9H



2

8C
9H



3

8D



8A
4
8H
8D


8E
8A
5
8H
8G

9E
8E
8F
6
8B
8G

9E

8F
7
8B
9F

9G


8

9F

9G


                                             Table 2
Pada awal pelaksanaan mengajar di SMP Negeri 11 Malang, praktikan mendapatkan tugas praktek untuk mengajar 13 kelas (table 2). Hal ini menjadikan masalah tersendiri karena terlalu padatnya jadwal mengajar praktikan.
                       v.            Partisipasi dalam Kehidupan Sekolah
Selain mengajar di 13 kelas guru pamong juga meminta praktikan  agar berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan yang ada di SMP Negeri 11 Malang. Telah ada masukan dari guru pamong, satu minggu berikutnya praktikan mulai berpartisipasi langsung membimbing siswa pada saat latihan upacara bendera, mendata buku-buku yang ada di perpustakaan, bimbingan konseling, tugas piket harian dan pemantau budaya di SMP Negeri 11 Malang. Selain itu, praktikan juga di minta untuk membantu kelas yang gurunya tidak hadir, mengawasi siswa-siswinya dan mendampingi dalam belajar sehingga kelasnya tidak gaduh dan mengganggu kelas lain yang sedang belajar. Selain itu setiap senin praktikan juga berpartisipasi piket pagi, upacara bendera dan senam pagi bersama setiap hari jum’at.
                     vi.            Proses Bimbingan
a.               Dengan guru pamong PPK
Guru pamong memiliki peran yang sangat besar bagi keberhasilan mahasiswa Program Praktek Keguruan (PPK) karena tanpa adanya peran guru pamong maka keberhasilan praktikan dilapangan tidak akan tercapai. Dalam proses bimbingan dengan guru pamong praktikan sangat terbantu karena guru pamong benar-benar memberikan bimbingan dan arahan mengenai pembuatan RPP, silabus,program tahunan, program semester, KKM, analisis nilai, kisi-kisi soal, pembuatan soal ulangan, media mengajar dan sebagainya. Secara umum bimbingan yang diberikan guru pamong tidak mengalami kesulitan. Guru pamong juga memberikan masukkan selesai praktikan mengajar mengenai kekurangan dan kelebihan praktikan sewaktu menyampaikan materi. Guru pamong juga mengawasi praktikan dan siswa selama berlangsungnya kegiatan belajar mengajar.
b.    Dengan dosen pembimbing PPK
Dosen pembimbing mempunyai tugas memberikan bimbingan dan arahan mengenai adaptasi dengan lingkungan sekolah serta mengawasi praktikan selama disekolah tersebut, tetapi yang praktikan rasakan adalah kurangnya komunikasi antara rekan-rekan PPK dengan dosen pembimbing. Tapi dari awal sampai akhir masalah-masalah dapat diselesaikan secara bersama-sama dengan bantuan semua rekan PPK.

b.        Faktor Penyebab dari Masalah yang Dialami
Faktor penyebab dari masalah yang di alami atau dihadapi oleh mahasiswa praktikan selama Program Praktek Keguruan (PPK) di SMP Negeri 11 Malang antara lain:
                         i.            Proses Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Dalam proses penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) faktor penyebab yang menjadikan masalah timbul dalam pembuatan RPP yaitu berbedanya cara pembuatan RPP yang guru pamong berikan dengan format RPP yang praktikan dapatkan dibangku kuliah Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Budi Utomo Malang, tetapi berkat bimbingan dan arahan guru pamong praktikan mengetahui kesalahan dan kekurangpahaman praktikan dalam pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) tersebut.
                       ii.            Proses Penampilan
Pada penampilan mengajar pertama kali, setelah ada masukan dari guru pamong masalah yang dialami praktikan adalah terlalu cepat dalam menyampaikan materi sehingga banyak siswa yang kurang memperhatikan dan tidak mengerti.
Masalah yang kedua terletak pada kurangnya memotivasi siswa berkaitan dengan materi yang diajarkan. Selain itu, praktikan merasa gugup saat mengajar untuk pertama kali sehingga praktikan lupa apa yang akan praktikan katakan kepada siswa. Faktor penyebab hal tersebut yaitu belum terbiasanya tampil di depan kelas yang sesungguhnya.
Masalah dalam penampilan mengajar ketiga yaitu dalam hal penguasaan materi pembelajaran. Praktikan kurang jelas dalam memberikan contoh atau ilustrasi sesuai dengan tuntutan aspek kompetensi. Hal ini disebabkan minimnya waktu untuk menggali materi yang akan praktikan ajarkan, sehingga praktikan kurang memberikan contoh atau ilustrasi kepada siswa.
Kemudian, masalah juga masih muncul pada penampilan mengajar adalah kurang dapat memaksimalkan waktu atau mengalokasikan waktu dengan tepat sehingga banyak waktu yang terbuang untuk interaksi sedangkan materi belum memnuhi target ajar.
                     iii.            Bimbingan belajar / Extrakulikuler
Masalah yang dihadapi oleh praktikan dalam kegiatan ekstrakurikuler ini adalah membimbing siswa pada saat latihan upacara bendera. Dimana praktikan juga mendapatkan kesulitan untuk mengkoordinasi siswa, sehingga banyak siswa pada saat latihan banyak yang bermain.
                     iv.            Partisipasi dalam kehihupan sekolah
Selain kegiatan mengajar, praktikan juga harus ikut berpartisipasi dalam setiap rangkaian kegiatan yang dilaksanakan di SMP Negeri 11 Malang, di antaranya layanan perpustakaan, Bimbingan Konseling (BK), serta kesiswaan. Dari ketiga kegiatan tersebut praktikan hanya mendapatkan informasi yaitu Bimbingan Konseling (BK)  dimana bimbingan belajar yang diberikan oleh guru BK berupa bimbingan-bimbingan yang mengarah kepada perkembangan siswa sehingga pada akhirnya siswa mampu atau dapat berkembang secara optimal. Wujud atau bentuk bimbingan yang diberikan oleh guru BK berupa layanan-layanan BK dan ekstrakurikuler sebagai wadah bagi perkembangan siswa. Bimbingan belajar yang dilakukan oleh praktikan adalah konseling individu, bimbingan kelompok maupun konseling kelompok, untuk proses bimbingan dilaksanakan di ruang kelas ataupun tempat-tempat yang dianggap nyaman untuk bimbingan.
Akan tetapi, hal tersebut tidak mengalami suatu kendala yang disebabkan oleh kesibukan para mahasiswa praktikan yang beraneka ragam di luar jam sekolah. Oleh karena itu, tidak semua mahasiswa praktikan dapat mengikuti setiap rangkaian kegiatan yang dilaksanakan di sekolah SMP Negeri 11 Malang. Faktor dari sekolah itu sendiri juga sangat mempengaruhi. Dikarenakan organisasi di SMP Negeri 11 Malang sudah terorganisir dengan baik, sehingga banyak kegiatan di sekolah sudah dapat dikoordinir oleh para siswanya. Oleh karena itu, mahasiswa praktikan tidak dapat terlibat secara penuh di dalamnya.
Selain itu masalahpun dialami praktikan ketika turut berpartisipasi dalam kegiatan pemantauan budaya. Praktikan cenderung diremehkan atau kurang disegani siswa sehingga siswa masih saja dengan tidak berat hati melakukan banyak pelanggaran di depan praktikan.
                       v.            Jadwal Mengajar
Pada awal pemberian jadwal mengajar yang begitu padat karena belum terbentuknya komunikasi dua arah antara praktikan dan guru pamong.
                     vi.            Proses bimbingan
a.         Dengan Guru Pamong PPK
Adapun permasalahan yang muncul saat proses bimbingan dengan Guru pamong, di antaranya yaitu dalam hal pemberian bimbingan kepada praktikan yang dibimbingnya. Faktor penyebab dari hal tersebut yaitu kurangnya waktu yang tersedia untuk mengobservasi penampilan praktikan.
b.        Dengan Dosen Pembimbing PPK
Yang menjadi kendala dalam proses bimbingan dengan dosen pembimbing adalah  kurangnya pertemuan antara dosen pembimbing dan praktikan. Atau dengan kata lain, komunikasi kurang antara praktikan dan dosen pembimbing sehingga tugas dosen pembimbing kurang berjalan, seperti membantu praktikan dalam pemilihan dan penggunaan media pengajaran, dan alat evaluasi serta memberikan saran-saran yang dianggap perlu dalam upaya pembentukan profesionalisme praktikan secara optimal. Hal ini disebabkan oleh kesibukan dosen pembimbing, sehingga kurang meluangkan waktu untuk hal tersebut. Tapi dari awal sampai akhir masalah-masalah dapat diselesaikan secara bersama-sama dengan bantuan semua rekan PPK.
c.         Upaya Penanggulangan Masalah
i.     Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Dalam proses penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) di SMP Negeri 11 Malang praktikan sedikit mengalami masalah karena penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran yang diajarkan IKIP Budi Utomo Malang sedikit berbeda format yang diajarkan guru pamong praktikan di SMP Negeri 11 Malang. Tetapi hal tersebut tidak menjadi masalah utama dalam hal penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran ini karena hal tersebut dapat diatasi dengan berbagai cara antara lain:
a)      Menjalin komunikasi dengan baik antara praktikan dengan guru pamong agar tidak terjadi perbedaan pendapat.
b)      Tidak malu untuk berkonsultasi/bertanya dengan guru pamong atas hal-hal yang belum diketahui atau belum dimengerti.
c)      Tidak pernah takut untuk dikritik oleh guru pamong apabila mengalami kesulitan dan melakukan kesalahan.
d)     Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) sesuai dengan ketentuan yang berlaku yaitu menggunakan standar RPP karakter bangsa.
e)      Mengadakan kerja sama yang baik dengan guru pamong.
ii.         Proses Penampilan
Untuk memperkecil kesalahan pada saat mengajar perlu adanya kesiapan mental dan fisik serta kepercayaan yang kuat, harus ada persiapan dan penggunaan metode yang tepat dalam mengajar secara menyeluruh serta mendengarkan dan memperbaiki setiap kritik dan saran yang diberikan oleh guru pamong sehingga dapat membantu dalam kegiatan proses penampilan praktikan. Selain itu harus mampu menempatkan diri pada siswa dimana kita tidak harus selalu meminta siswa untuk belajar secara serius dan terus menerus karena siswa akan cepat merasa jenuh dan bosan terhadap pelajaran yang akan dipelajari. Disamping itu bimbingan guru pamong sangat berarti besar untuk keberhasilan praktikan dalam mengajar, dengan arahan guru pamong dalam membuat RPP, silabus serta strategi apa yang sesuai dengan materi yang akan disampaikan, diharapkan praktikan akan mencapai hasil yang maksimal.
iii.       Bimbingan Belajar / Ekstrakurikuler
Siswa SMP Negeri 11 Malang banyak memiliki bakat dan potensi yang biasa dikembangkan dan disalurkan dalam bidang ekstrakurikuler. Oleh karena itu,  tertentunya sangat membutuhkan dukungan materi dan moril pihak sekolah maupun guru Dukungan tersebut sangat diperlukan dan dibutuhkan oleh siswa yang aktif guna mengembangkan potensi yang dimilikinya.
iv.       Partisipasi dalam Kehidupan Sekolah
Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah partisipasi dalam kehidupan sekolah selama kurang lebih dua bulan, praktikan bertanya pada pihak sekolah tentang apa yang dapat dilakukan oleh mahasiswa praktikan dalam kegiatan-kegiatan yang ada di SMP Negeri 11 Malang. Manajeman kegiatan juga merupakan salah satu upaya praktikan dalam memaksimalkan keterlibatan praktikan diluar jam mengajar.
v.         Jadwal Mengajar
Melakukan konsultasi penuh kepada guru pamong guna mengkomunikasikan jadwal mengajara yang begitu padat sehingga semula jadwal mengajarnya sebanyak 13 kelas, dengan rincian sebagai berikut :
-          Kelas VIII     : sebanyak 8 kelas
-          Kelas IX        : sebanyak 5 kelas
Menjadi hanya bertanggung jawab dan mengajar di semua kelas VIII yang berjumlah 8 kelas.



vi.       Proses Bimbingan
a)        Dengan guru pamong PPK
Guru Pamong praktikan sangat memperhatikan masalah yang sedang praktikan hadapi khususnya masalah sosioalisasi praktikan dan rekan-rekan PPK terhadap sekolah dan lingkungan sekitar sekolah SMP Negeri 11 Malang.
b)       Dengan dosen pembimbing PPK
Dosen Pembimbing sangat membantu dan selalu memberi arahan serta nasehat pada praktikan dan rekan-rekan PPK yang lain serta dosen pembimbing juga memberikan informasi yang berguna bagi seluruh praktikan.
C.   Kegiatan Penutup
Setelah kurang lebih selama 2 bulan berada di SMP Negeri 11 Malang sebagai mahasiswa praktikan maka pada tanggal 22 Oktober 2011 praktikan dan seluruh rekan-rekan praktikan yang lain mengadakan acara perpisahan dengan seluruh keluarga besar SMP Negeri 11 Malang.
Adapun instrument dari acara perpisahan yang diadakan oleh praktikan IKIP Budi Utomo Malang adalah sebagai berikut :
Hari / tanggal   : Sabtu, 22 Oktober 2011
Waktu              : 11.00 WIB
Tempat            : ruang lab. IPA SMP Negeri 11 Malang
Acara               : Perpisahan Mahasiswa PPK IKIP Budi Utomo Malang
Susunan acara  :
-          Pembukaan
-          Doa
-          Sambutan Kepala Sekolah SMP Negeri 11 Malang yang diwakilkan oleh Wakil Kepala Sekolah SMP Negeri 11 Malang
-          Sambutan Dosen Pembimbing PPK IKIP Budi Utomo Malang
-          Sambutan koordinator PPK IKIP Budi Utomo Malang di SMP Negeri 11 Malang
-          Penyerahan cinderamata
-          Kesan dan pesan mahasiswa PPK yang diwakilkan oleh salah satu praktikan
-          Penutup
Dilanjutkan dengan acara ramah-tamah (acara non-fomal) yang berupa pembacaan doa oleh guru agama SMP Negeri 11 Malang serta pemotongan tumpeng oleh Wakil Kepala Sekolah SMP Negeri 11 Malang. Dan kemudian diikuti oleh seluruh undangan untuk makan bersama.





























BAB III
PENUTUP

A.   Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan praktikan selama lebih kurang dua bulan di SMP Negeri 11 Malang, Secara umum, masalah-masalah yang muncul selama pelaksanaan PPK di dalam aspek pengajaran antara lain:
1.      Penyusunan RPP
v  Perbedaan format RPP antara yang telah kami pelajari selama di bangku kuliah dan sekolah tempat kami melaksanakan PPK.
v  Penjabaran indikator (kriteria kinerja) yang kurang relevan dengan sasaran standar kompetensi.
v  Skenario yang telah dirancang dalam RPP tidak tersusun berdasarkan alokasi waktu yang proporsional.
v  Materi ajar dalam RPP kurang disusun secara sistematis.
v  Media pembelajaran yang telah dibuat kurang sesuai dengan kondisi siswa yang pasif.
2.      Proses Penampilan
v  Kurang cermatnya memanfaatkan waktu sesuai dengan alokasi yang direncanakan.
v  Kurangnya motivasi siswa berkaitan dengan materi yang diajarkan.
v  Kurangnya mobilitas ketika mengajar, atau terfokus pada satu titik saja.
v  Kurang jelasnya dalam memberikan contoh atau ilustrasi sesuai dengan tuntutan aspek kompetensi.
v  Kurang melakukan evaluasi atau penilaian sesuai dengan alokasi waktu yang direncanakan.

B.   Saran
Setelah Praktikan menyelesaikan PPK, maka praktikan memberikan saran antara lain :
1.    Hendaknya Mahasiswa PPK lebih menyiapkan diri baik secara fisik maupun mental terutama penguasaan materi yang akan disampaikan, sehingga dalam proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan lancar.
2.    Hendaknya antara guru pamong dengan mahasiswa PPK semakin meningkatkan kerjasama / komunikasi yang baik dalam berbagai hal.
3.    Hendaknya siswa menghargai guru PPK meskipun guru PPK tersebut merupakan guru tetap di sekolah tersebut .
4.    Pengawasan dan kegiatan pemeriksaan terhadap siswa harus ditingkatkan lagi.
5.    Sekolah harus banyak memberikan buku pegangan kepada siswa/siswi supaya siswa/siswi lebih banyak mendapat materi pelajaran, sehingga dalam mengerjakan soal-soal yang diberikan guru tidak hanya mendapat jawaban hanya dari satu buku saja.
6.    Perpustakaan sebaiknya dimanfaatkan dengan baik oleh siswa apabila guru berhalangan hadir.
7.    Perpustakaan perlu penambahan karyawan supaya perpustakaan mampu melayani dengan optimal seluruh kebutuhan akan buku siswa dan siswi SMP Negeri 11 Malang dan mengurangi potensi buku hilang karena kurangnya tenaga pengawas pengembalian buku.
Akhir kata, semoga mahasiswa Program Praktek Keguruan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Budi Utomo Malang di tahun mendatang dapat lebih baik dari yang sekarang dan dapat mencetak guru-guru yang profesional serta unggul, berkualitas dan dapat menjadikan siswa-siswinya cerdas dan terampil.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment